Menu

7 Pembelian Terbaik Kenny Dalglish untuk Liverpool

  Dibaca : 82 kali
7 Pembelian Terbaik Kenny Dalglish untuk Liverpool

​Menjadi sosok manajer dan pemain sarat prestasi bersama ​​Liverpool, membuat nama Kenny Dalglish dipatenkan sebagai seorang legenda di Anfield. Tangan dinginnya sebagai manajer, juga berperan besar dalam membawa The Reds menjaga tradisi sarat prestasi di bawah pengawasannya.

Kepiawaiannya dalam melatih dan bermain, diikuti pula denga kejeliannya menemukan bakat-bakat istimewa yang kemudian dia bentuk untuk menjadi pilar bagi The Reds. Sehubungan dengan itu, berikut kami rangkum, tujuh pembelian terbaik oleh Kenny Dalglish selama kariernya sebagai manajer di Anfield.


Jamie Redknapp

Henning Berg and Jamie Redknapp

Kariernya memang terkendala cedera kala dibeli dari Bournmeouth pada musim panas 1991, namun, anak dari Harry Redknapp ini sejatinya memiliki potensi besar sebagai seorang gelandang yang berkelas. Dia baru berusia 13 tahun kala Dalglish membawanya ke Anfield.

Dia menjadi pemain termuda dalam sejarah Liverpool yang pernah tampil di kompetisi Eropa kala manajer Liverpool saat itu, Graeme Souness, memberinya debut di UEFA Cup saat usianya baru menginjak 18 tahun dan 120 hari.

Salah satu pemain dengan akurasi umpan terbaik di generasinya, Redknapp bahkan sempat menjadi kapten bagi The Reds pada masa manajer Gerard Houllier. Dia tetap menjadi sosok populer di Anfield kendati masalah kebugaran terus menaunginya hingga kepindahannya ke Tottenham Hotspur, bulan Juli 2002.


Jordan Henderson

Liverpool v Manchester City - UEFA Champions League Quarter Final Leg One

Hingga detik ini, masih banyak yang mempertanyakan kualitas seorang Jordan Henderson sebagai seorang gelandang andalan Liverpool. Sosok Hendo menjadi salah satu pembelian Dalglish pada periode kedua kepelatihannya. Dia didatangkan dari Sunderland dengan harga cukup tinggi, yakni 18 juta euro.

Kendati mengalami naik turun performa bersama The Reds selama tujuh tahun terakhir, namun dia sukses membuktikan bahwa kendati bukan sosok yang luar biasa, dirinya merupakan salah satu nama paling konsisten dalam tim Liverpool saat ini.

Kini menjabat sebagai kapten tim utama dan sudah tampil di lebih dari 250 laga, kepemimpinan Henderson dan kinerjanya di lini tengah menjadi salah satu alasan di balik kesuksesan tim asuhan Jurgen Klopp menembus final Champions League 2017/18.


John Aldridge

aldridge

Dibeli dari tim kecil, Oxford United, ekspektasi tinggi langsung disematkan kepada Aldridge yang diplot sebagai pengganti Ian Rush, sosok legenda yang memutuskan hengkang ke Juventus. Kedatangan Aldridge pada Januari 1987 pun masih menimbulkan keraguan, apalagi sosoknya belum terbukti di level tertinggi. Apalagi, Dalglish membutuhkan sosok yang mampu beradaptasi secara instan di level tertinggi sepak bola Inggris.

Namun, pria Irlandia tersebut mampu membuktikan dirinya sebagai sosok berkelas dengan langsung beradaptasi bersama tim barunya. Dua setengah musim di Anfield, Aldridge membawa The Reds memenangi gelar Divisi Utama dan FA Cup, sembari mencetak 50 gol bagi timnya, sebelum kemudian hengkang ke Real Sociedad pada musim panas 1989.


Steve McMahon

McMahon

Merupakan pembelian pertama bagi Dalglish kala menukangi Liverpool di periode pertama, McMahon didatangkan dengan harga 350.000 pound pada musim panas 1985.

Pemain asal Inggris ini terus memperkuat Liverpool selama hampir enam tahun, sebelum hengkang ke Manchester City di musim dingin 1991. Selama kariernya di Anfield, dia berhasil memenangkan semua gelar domestik yang bisa dimenangi, yakni tiga gelar Divisi Utama, dua gelar FA Cups, dan empat Community Shield. 

Secara total, McMahon mencatatkan 277 penampilan, dan mencetak 50 gol sebagai gelandang tengah. Satu hal yang pasti, dia memastikan diri sebaga pengganti yang sepadan bagi legenda klub kala itu, Graeme Souness.


Luis Suarez

Liverpool v Blackburn Rovers - Premier League

Kendati kembalinya Dalglish di periode kedua kepelatihannya pada tahun 2011 tidak diikuti dengan kesuksesan, namun satu hal yang bakal selalu diingat oleh fans adalah keberhasilan Dalglish mendatangkan sosok Luis Suarez ke Anfield.

Didatangkan dari Ajax pada Januari 2011 bersama Andy Carroll (Newcastle United), ekspektasi tinggi lebih melekat kepada Carroll yang dibeli dengan rekor transfer mencapai 37 juta pound. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, Suarez lah yang terbukti bersinar di Anfield. Pemain Uruguay ini sukses mencetak 17 gol di semua kompetisi di musim pertamanya. Jumlah itu jelas jauh dibandingkan Carroll yang hanya mencetak sembilan gol di waktu yang sama.

Suarez sendiri terus menjadi favorit fans sepanjang kariernya di Anfield. Dia tampil di 133 laga, mencetak 82 gol, dan 48 assist bagi The Reds sebelum hengkang ke Barcelona di musim panas 2014. Hingga saat ini pun, Liverpool belum mampu menggantikan sosoknya dengan striker lain yang setara.


John Barnes

LIVERPOOL V BRONDBY

Nama Barnes sendiri sejatinya sudah cukup populer di Inggris seiring dengan kariernya bersama Watford. Namun, Dalglish membawa Barnes ke level selanjutnya kala mendatangkannya dari Vicarage Road ke Anfield di musim panas 1987. Dia menjadi pembelian utama The Reds dengan harga mencapai 900.000 pound.

Terbukti, Barnes menjadi pembelian yang sepadan. Berposisi sebagai seorang winger kiri, dia tidak hanya cekatan dalam menyerang, namun dia juga piawai mengeksi bola-bola mati terutama tendangan bebas. Aksi menawannya di atas lapangan membuatnya menjadi favorit fans selama 10 musim di Anfield hingga kepergiannya ke Newcastle United di musim panas 1997.

Bersama The Reds dia mengangkat dua gelar Divisi Utama dan FA Cup, sembari mencetak 108 gol. Saking populernya, hingga kini jersey nomor 10 Liverpool masih erat dikaitkan dengan sosok keturunan Jamaika ini.


Ian Rush

WIMBLEDON V LIVERPOO

Tidak berlebihan jika menyebut sosok satu ini sebagai striker terbaik yang pernah dimiliki oleh Liverpool dalam sejarah mereka. Kendati sudah permah memperkuat Liverpool selama enam musim antara tahun 1980-1986 sebelum hijrah ke Juventus, namun, stagnasi di Italia membuatnya menerima tawaran Dalglish untuk kembali ke Anfield pada tahun 1988.

Dengan keberadaan penyerang-penyerang hebat seperti John Aldridge, Peter Beardsley, hingga Dalglish sendiri (manajer sekaligus pemain) kala itu, kedatangan Rush memang nampak tidka signifikan. Namun, insting mencetak gol pemain asal Wales tersebut terbukti sangat bermanfaat bagi The Reds.

Dia bertahan selama delapan musim di Anfield hingga 1996 dan mencetak 139 selama periode tersebut. Secara total selama dua periode bermainnya bersama The Reds dia sukses mempersembahkan lima gelar Divisi Utama, tiga FA Cup, dua European Cup. Dia sendiri mengakhir kisahnya bersama Liverpool kala hengkang ke Leeds United pada musim panas 1996 di usia 35 tahun.


Unduh e-Book ‘The King Kenny’ di Link Berikut Ini


Dipersembahkan oleh : Detik.us

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Editor:
KOMENTAR

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==