Menu

Arsip Basoeki Abdullah dipamerkan dalam “Lacak!!!”

  Dibaca : 6 kali
Arsip Basoeki Abdullah dipamerkan dalam “Lacak!!!”

Jakarta (Detik.us) – Sejumlah dokumentasi dan arsip dari maestro Basoeki Abdullah, seperti catatan harian, fotografi, sampul majalah, kartu pos, materi iklan produk, kliping berita surat kabar dan lainnya, selama dia berkarier sebagai pelukis, dipamerkan dalam “Lacak!!!”.

“Basoeki Abdullah adalah salah satu seniman yang sudah memahami pentingnya arsip, sejak muda dia sudah mengumpulkan arsip. Pameran ini sangat penting agar publik dapat mengenal sosok dan perjalanan Basoeki Abdullah,” kata Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan, saat pembukaan pameran di Museum Basoeki Abdullah, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan pameran yang berlangsung pada 7-22 November tersebut mengangkat semua hal yang terekam dalam arsip dan dokumen, termasuk kegiatan maestro Basoeki selain melukis, seperti menari dan bermain musik.

Untuk mengumpulkan bahan pameran tersebut memang tidaklah mudah, butuh tenaga dan waktu yang panjang untuk melacak arsip-arsip tersebut.

Materi-materi pameran dikumpulkan dari sejumlah pihak, antara lain koleksi Museum Basoeki Abdullah, lembaga Dicti Art Laboratory Yogyakarta, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan dua media massa, yaitu Tempo dan Kompas.

Mikke Suanto yang menjadi kurator sekaligus pengumpul arsip Basoeki Abdullah mengatakan secara teknis pameran tersebut hanya disiapkan selama dua hingga tiga bulan, namun dia sudah mengumpulkan arsip tentang Basoeki Abdullah sejak dia duduk di bangku sekolah.

“Arsip yang saya kumpulkan sudah sejak saya berada di bangku sekolah, saya rajin mengkliping berita mengenai Basoeki Abdullah. Pameran mengenai arsip ini sudah saya dambakan sejak kuliah,” kata Mikke.

Mikke mengatakan meski Basoeki Abdullah sangat terkenal dan menjadi sorotan media, masih banyak arsip mengenai maestro lukis ini yang belum terlacak, salah satunya pada era 1940-an.

Selain itu, aktivitas Basoeki Abdullah di luar kegiatan melukis seperti menari, bermain alat musik atau kegiatan politik, juga sulit didapatkan.

“Memang aktivitas di luar melukis sulit dilacak, karena arsip yang sulit ditemukan adalah arsip nonmedia, seperti surat-surat dan sebagainya,” kata Mikke.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © Detik.us 2017




Dipersembahkan oleh : Detik.us

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Editor:
KOMENTAR

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==