Menu

Perusahaan Otomotif Jepang ‘Ancam’ Tinggalkan Inggris, Ini Penyebabnya

  Dibaca : 14 kali
Perusahaan Otomotif Jepang ‘Ancam’ Tinggalkan Inggris,  Ini Penyebabnya

Perusahaan Otomotif Jepang ‘Ancam’ Tinggalkan Inggris,  Ini Penyebabnya

LONDON (DP) – Keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) tampaknya akan memberikan pukulan telak bagi industri otomotif Negeri Elizabeth itu. Apa yang terjadi?

Dengan keluarnya Inggris dari UE jelas akan memberikan implikasi terhadap perdagangan negeri itu dengan kawasan Benua Biru, karena ekspor Inggris akan dikenakan bea masuk. Jika demikian, produk-produk yang dibuat di Inggris akan lebih mahal ketika masuk pasar UE akibat pengenaan bea masuk tersebut. Itu juga akan berlaku bagi produk otomotif.

Duta Besar Jepang untuk Inggris Koji Tsuruoka telah memberikan peringatan tentang hal itu kepada Perdana Menteri Inggris Theresa May. Tsuruoka mengatakan bahwa pabrikan mobil Jepang kemungkinan besar akan meninggalkan Inggris jika ada hambatan perdagangan pasca Brexit. Kondisi itu tentu akan menggerus laba atau bahkan merugikan para pemain di industri otomotif Inggris.

“Jika tak ada profitabilitas jika melanjutkan operasional di Inggris, maka bukan hanya perusahaan asal Jepang, tapi semua perusahaan swasta tidak akan mampu melanjutkan operasional mereka,” ucap Tsuruoka, seperti dikutip Reuters.

Dalam pertemuan dengan PM Inggris itu, Tsuruoka juga didampingi para petinggi pabrikan mobil asal Negeri Sakura, yakni Nissan Europe, Honda Europe dan Toyota Europe, selain para eksekutif dari 19 perusahaan Jepang. Para pemimpin perusahaan Jepang yang beroperasi di Eropa itu mengungkapkan keprihatinan mereka terkait dengan keluarnya Inggris dari UE.

Jepang, yang merupakan perekonomian terbesar ketiga dunia, telah menyatakan kekhawatiran mereka mengenai dampak dari Brexit terhadap Inggris, yang tak lain adalah negara tujuan investasi terbesar Jepang setelah Amerika Serikat.

Jika sampai para pabrikan mobil dunia meninggalkan Inggris, maka negeri itu akan menjadi negara kedua setelah Australia yang ditinggalkan para pemain di industri otomotif global. Jika Inggris karena dampak Brexit, Australia ditinggalkan para produsen mobil karena penguatan dolar Australia yang signifikan sehingga membuat biaya melambung tinggi. (DP)

Oleh : Teguh Ralfa (Kontributor)

Dipersembahkan oleh : Detik.us

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Editor:
KOMENTAR

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==