Geming Jokowi on the Day of Dismissal of 57 KPK Employees

Presiden Joko Widodo bungkam saat Novel Baswedan dan 56 pegawai lainnya resmi dipecat dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (30/9). Tidak ada pernyataan yang dipublikasikan.

Padahal, sikap Jokowi itu diharapkan dari berbagai pihak. Lebih lanjut, Jokowi juga meminta agar Tes Wawasan Kebangsaan (KPK) tidak menjadi dasar untuk memberhentikan pegawai KPK. Berita Terkini

Presiden Jokowi berada di Jakarta saat KPK dipadati dan menjadi sorotan publik saat 57 pegawai resmi diberhentikan, Kamis (30/9).

Jokowi meninggalkan istana saat mengunjungi rumah duka politisi PDIP Sabam Sirait di Bintaro, Jakarta Selatan. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa tentang KPK. Berita Hari Ini

Sejak lama, pegawai KPK dan pegiat antikorupsi mendesak Jokowi mengambil sikap untuk menyelesaikan kontroversi uji intuisi nasional. Komnas HAM dan Ombudsman juga mengirimkan rekomendasi kepada presiden.

Read More: Minister of Health Approves Anies Baswedan’s Request, Vaccination of Asylum Seekers in DKI Jakarta Begins to be Rolled

Salah satu rekomendasinya adalah meminta Jokowi mengembalikan status dan mengangkat pegawai menjadi ASN di KPK. Rekomendasi itu diberikan karena Komnas HAM dan Kantor Ombudsman menemukan kejanggalan di balik tes intuisi nasional, sehingga sebaiknya pemecatan itu dibatalkan.

Pada 15 September, Jokowi pernah berkomentar. Tapi tidak memuaskan para aktivis antikorupsi atau pegawai KPK.

“Jangan bawa apa-apa ke presiden. Itu kehormatan konstitusional. Saya harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan.” Berita politik

Itu saja yang dikatakan Jokowi pada 15 September. Saat itu, Jokowi beralasan proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) masih berlangsung. Ia memilih untuk menghormati proses di kedua institusi tersebut atas nama kesopanan konstitusional.

Hari H pemberhentian pegawai KPK telah tiba, yakni pada 30 September. Novel Baswedan CS Gedung Merah Putih. Mereka memakai barang-barang dengan pita di lengan baju mereka.

Jokowi belum mengatakan sepatah kata pun kepada penonton. Hari ini, Jumat (1/10), dikabarkan Jokowi melakukan kunjungan bisnis untuk meninggalkan Jakarta.

Polisi ASN

Beberapa hari sebelum diberhentikan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan rencana rekrutmen Novel Baswedan dkk. Ia menargetkan 56 pegawai KPK menjadi Pejabat Negara (ASN) di Polri.

Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polri itu mengatakan telah mengajukan proposal kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, usulan tersebut mendapat lampu hijau dari Jokowi.

Hal itu juga dibenarkan oleh Wakil Sekretaris Negara, Pratikno. Ia mengatakan, usulan tersebut sudah dibahas dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) Tjahjo Kumolo dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria.

Namun, rincian rencana tersebut tidak diungkapkan kepada publik. Usulan itu tidak dilakukan sampai pejabat resmi dipecat oleh KPK.

Zainal Arifin Mochtar, guru besar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada (UGM), menilai seharusnya Jokowi menahan Novel dkk di KPK jika menemukan kesalahan di TWK. Pasalnya, rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman jelas mengacu pada pasal ini.

“Apakah ada perbedaan antara sikap pancasilaista dan cinta tanah air di KPK dengan sikap pancasilaista dan cinta tanah air di kepolisian?” kata Zainal dalam program Newscast CNN Indonesia TV, Kamis (30/9). Avril Lavigne Fanpage

Sejauh ini, belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai nasib Novel Baswedan dkk. Para pegawai belum mengambil keputusan atas tawaran Kapolri.

“Kami belum tahu pasti, kami belum mengklarifikasi tawaran Kapolri ini. Kami baru tahu di media, mereka belum menghubungi kami secara resmi,” kata mantan pegawai KPK Hotman Tambunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *