Liburan dalam negeri yang akan memiliki peraturan baru, terutama bali

Pemerintah telah mengeluarkan peraturan perjalanan baru melalui Surat Edaran (SE) nomor 7 tahun 2021. Dalam SE ini, aturan bepergian ke Bali berbeda dengan perjalanan ke daerah lain. Berita Hari Ini

Juru bicara Pokja Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan untuk bepergian di dalam pulau Bali, aturan yang berbeda akan digunakan untuk bepergian melalui laut, udara dan darat. Berita Terkini

Untuk perjalanan udara, wisatawan disarankan untuk menunjukkan hasil tes Covid-19 RT-PCR negatif, sampel diambil dalam waktu 2 x 24 jam, sedangkan sertifikat antigen cepat negatif juga dapat diberikan dengan sampel yang diambil minimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Read More: Usai jadi korban keroyokan , Kompol Aditya terbaring di kasur selama 2 tahun

Sedangkan bagi pemudik melalui jalur laut dan darat, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, wajib mencantumkan informasi negatif Covid-19 menggunakan uji RT-PCR atau antigen yang sampelnya diambil 3 x 24 jam sebelum pemberangkatan.

Ini berbeda dengan traveller di dalam atau di luar pulau Jawa. Pengguna angkutan udara diminta mendapatkan hasil negatif dengan RT-PCR yang memakan waktu hingga 3 x 24 jam, atau informasi negatif dengan antigen cepat yang diambil 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Berita politik

Sedangkan bagi pengguna kiriman diminta mencantumkan informasi RT-PCR negatif maksimal 3 x 24 jam dan bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi membawa sertifikat RT-PCR cepat antigen 3 x 24 atau negatif yang diambil beberapa jam sebelum keberangkatan.

“Khusus pengguna kereta api, kalau tidak mau tes GeNose di stasiun, siapkan RT-PCR negatif atau antigen cepat 3 x 24 jam sebelum berangkat,” jelasnya. Avril Lavigne Fanpage

Kemudian, bagi yang menggunakan kendaraan darat umum, Regional Working Group akan melakukan uji GeNose secara acak jika diperlukan. “Khusus Imlek, untuk kereta api dan private traveller jarak jauh diharapkan menunjukkan RTPCR / Antigen / GeNose yang diambil 1 kali 24 jam sebelum keberangkatan,” ujarnya.

Selain itu, wisatawan yang menggunakan semua moda transportasi harus melengkapi e-HAC. Jika hasil tes negatif tetapi menunjukkan gejala, pelancong tidak boleh bepergian dan harus menjalani tes RT-PCR dan melakukan isolasi independen sampai hasil tes dikeluarkan.

“Meski sudah diberikan regulasi yang komprehensif, saya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berwisata. Lakukan itu hanya untuk hal-hal yang penting dan sangat mendesak. Mudah-mudahan penerapan prokes di sepanjang jalan itu wajib,” imbuh Wiku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *