Nekat Membunuh Inilah Peluku Mutilasi Yang Menyatakan Beberapa Hari Tidak Makan

Tersangka kasus mutilasi kota Kalibata, Laeli Atik dan Djumadil Al Fajri, mengaku membunuh Rinaldy Harley Wismanu karena tekanan ekonomi. Kepala Humas Polda Metro Jaya, Bp. Kamr. Yusri Yunus mengatakan, kedua sejoli itu mengaku kepada polisi bahwa mereka kelaparan karena belum makan beberapa hari sebelum pembunuhan.

“Dia mengaku sudah beberapa hari belum makan, jadi dia berniat memerasnya,” kata Yusri kepada Polda Metro Jaya di Jakarta Selatan, Senin, 21 September 2020.

Sebelum melakukan pemerasan dan pembunuhan, dia menduga Laeli Atik mendapatkan penghasilan dengan memberikan pelajaran kimia kepada siswa. Sedangkan tersangka Fajri tidak bekerja dan seumur hidup bergantung pada Laeli. Berita Terkini

Setelah pandemi Covid-19, Laeli kehilangan pekerjaan dan tidak punya penghasilan lagi. Selain memenuhi kebutuhan, kekasih juga dipaksa untuk membayar pensiun. “Kemudian faktor ekonomi ditekan,” kata Yusri.

Read More: Bocah Penipuan Kaesang Telah Dikembalikan ke Orang Tuanya

Sekarang Laeli Atik dan Fajri menghadapi hukuman mati karena diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap seorang karyawan swasta berusia 32 tahun bernama Rinaldy. Kedua sejoli itu membunuh Rinaldy di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat pada 9 September 2020. Korban awalnya mengenal Laeli melalui aplikasi kencan Tinder. Berita Hari Ini

Usai berkomunikasi secara online, keduanya sepakat bertemu di apartemen kontrakan selama 6 hari, 7-12 September 2020. Usai Rinaldy dan Laeli berhubungan seks, Fajri mencoba memeras korban karena tidur dengan istrinya. Namun korban menolak dan Fajri memukul kepala Rinaldy sebanyak tiga kali dan menikamnya sebanyak 7 kali.

Para tersangka kemudian memindahkan bagian tubuh korban ke apartemen di Kota Kalibata. Uang korban di rekening tersebut kemudian dikuras oleh kedua tersangka. Berita politik

Pembunuhan dan mutilasi terungkap setelah saudara perempuan korban melaporkan kasus orang hilang. Kedua tersangka tersebut ditangkap polisi di Kompleks Perumahan Permata Cimanggis, Depok, pada Rabu 16 September 2020. Polisi menemukan mereka usai menggunakan hasil kejahatan untuk membeli emas, sepeda motor, dan menyewa rumah.

Kedua tersangka mutilasi kota Kalibata tersebut didakwa dengan pasal pembunuhan berencana, yakni pasal 340 dan pasal 338 dan 365 KUHP. Keduanya terancam hukuman mati maksimal atau hukuman seumur hidup. Avril Lavigne Fanpage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *