Pengacara Pinangki Sirna Malasari mengatakan dia ingin Djoko Tjandra dieksekusi di Indonesia

Tetapi tidak memberitahu atasannya ketika dia bertemu dengan terpidana dalam kasus korupsi ‘cessie’ Banco Bali.

“Saya tertarik bertemu dengan Anda (Djoko Tjandra) karena jika mereka melakukannya akan baik bagi kami,” kata Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (16/12).

Pinangki bersaksi atas nama temannya Andi Irfan Jaya, dituduh membantu Djoko Tjandra untuk menyuap jaksa Pinangki Sirna Malasari sebesar $ 500.000 (sekitar R $ 7,28 miliar), selain mencapai konsensus jahat untuk memberikan uang kepada Kantor Jaksa Agung dan Mahkamah Agung Federal sebesar $ 10 juta. Amerika Serikat (sekitar 145,6 miliar IDR). Berita Hari Ini

Pinangki bertemu dengan Djoko Tjandra pada 12 November 2020 di kantor Djoko di The Exchange 106, Kuala Lumpur, bersama seseorang bernama Rahmat.

Djoko Tjandra adalah terpidana berdasarkan Putusan PK No. 12 tanggal 1 Juni 2009. Namun, Djoko Tjandra meninggalkan Indonesia beberapa hari sebelum putusan PK diambil, sehingga tidak bisa dieksekusi.

“Tapi saya tidak lapor ke kantor, karena yang akan melapor kan Bu Anita,” kata Pinangki. Berita Terkini

“Namun, dia mengaku tertarik dengan eksekusi Djoko Tjandra,” kata Ketua majelis hakim Ignasius Eko Purwanto.

“Karena Djoko Tjandra rencananya ditangkap dulu, itu rencananya saya buat dengan Bu Anita dan Andi Irfan, tapi kemudian jadi pertanyaan pengacara dan ramai dibicarakan saat makan malam di Hotel Mahakam,” jawab Pinangki.

“Jadi, Anda tidak melaporkan kejadian itu pada 12 November, bukan?” Hakim Eko bertanya. Berita politik

“Ya,” jawab Pinangki.

Saat bertemu pada 12 November 2019, Djoko Tjandra menyerahkan kartu nama bertuliskan ‘Jo Chan’.

Read More: Jalur Ke Puncak Bogor Akan ditutup selama 12 jam Di malam Tahun Baru 2021

“Tulisan di kartu namanya adalah Jochan, dia sepertinya ingin meyakinkan saya bahwa ‘dia diselamatkan’ agar saya ‘berada di sana’. Dia menunjukkan pernyataan ‘ratu dewan’ yang ‘pemberitahuan merahnya’ dicabut, jadi berbeda ‘badan hukum’. “dengan yang ada di Indonesia karena tidak bisa diekstradisi karena mereka warga Papua Nugini,” kata Pinangki.

Penasihat Dewan Ratu adalah pengacara yang merupakan penasihat senior di Inggris dalam kasus pengadilan dalam kasus-kasus besar, dengan masing-masing pihak biasanya diketuai oleh salah satu pihak. Avril Lavigne Fanpage

Pinangki mengungkapkan, hasil rapat 12 November lalu, Pinangki mengajukan nama Anita Kolopaking sebagai calon kuasa hukum Djoko Tjandra.

“Saya bilang kenal ‘pengacara’ bernama Anita Kolopaking dan Anita juga ‘dicalonkan’ oleh Seno Adji, Pak Djoko bilang ‘Saya kenal Seno Adji’, tapi Pak Djoko langsung tidak setuju dan masih ‘berpikiran terbuka’,” kata Pinangki lagi. .

“Pertanyaannya, apakah Djoko Tjandra berniat pulang?” Hakim Eko bertanya.

“Dia netral, kami memiliki diskusi panjang dan dia masih berpikiran terbuka satu sama lain dan dia tidak melakukannya. Kami pulang jam 5:30 sore karena dia harus kembali ke Singapura. pribadi ‘, tapi saya tidak mau, “tambahnya. kata Pinangki.

Menurut Pinangki, sejak 11 hingga 15 November 2019, sebenarnya ia berada di Singapura untuk mengantar ayahnya berobat di NUS, maka ia meminta Rahmat menyempatkan diri untuk menemui Djoko Tjandra di sela-sela tanggal tersebut dan pergi. ditemukan pada 12 November 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *