PLN Wajib Transparan dan Memberikan Bukti Otentik Mengenai Tagihan Listrik Rp 68 Juta, Ombudsman

Ombudsman RI, Alvin Lie mengatakan: PT PLN (Persero) harus transparan terkait data penggunaan pelanggan.

Hal itu disampaikan Alvin menanggapi kasus pelanggan PLN di Tangerang yang tagihan listriknya naik menjadi Rs 68 juta. Berita Hari Ini

“PLN harus transparan dan memberikan bukti otentik kepada pelanggan,” kata Alvin saat dihubungi, Senin (18/1/2021).

Menurut Alvin, banyaknya kasus pelanggan yang mengeluhkan tagihan listrik yang membengkak juga harus dikaji oleh PLN.

Asesmen yang bisa dilakukan, kata Alvin, antara lain perbaikan sistem registrasi, kompetensi petugas dan akurasi alat ukur.

“PLN juga harus menyediakan mekanisme pembayaran angsuran bagi pelanggan terdampak yang berniat baik membayar denda,” kata Alvin.

Di sisi lain, Alvin berpesan kepada pelanggan yang tagihan listriknya membengkak untuk mengadukan secara resmi ke PLN. Berita Terkini

“Perhatikan penjelasan PLN. Jika terbukti benar, nasabah harus membayar. Jika PLN tidak bisa membuktikan kesalahan pelanggan, PLN harus menerima keberatan pelanggan, ”ujarnya. Berita politik

Read More: Pencarian korban Sriwijaya akan diperpanjang sampai senin depan

Jika tidak dijawab, lanjut Alvin, pelanggan bisa melaporkan masalah tersebut ke Ombudsman Indonesia dan perwakilan Ombudsman Indonesia di provinsi setempat.

Sebelumnya, unggahan pelanggan PLN di kawasan Tangerang, Banten, yang mengalami kenaikan tagihan listrik Rp. 68 juta, menjadi viral di media sosial Twitter. Avril Lavigne Fanpage

Pasalnya, para pelanggan tersebut mengakui bahwa mereka umumnya hanya menerima tagihan listrik sebesar Rs 500.000 hingga Rs 700.000 per bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *