Surabaya Raya mulai memasuki transisi menuju new normal dan akan mengakhiri sosial Distancing

Berita Terkini, Periode transisi untuk normal baru secara resmi mulai berlaku di kota-kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik hari ini Selasa (6/6/2020). Periode transisi ini berlaku untuk 14 hari ke depan.

Ini adalah keputusan rapat koordinasi tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Surabaya Besar, Senin (8/6/2020) di Gedung Negara Grahadi.

Berita Hari Ini, Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Komandan Mayor Jenderal Brawijaya V TNI Widodo Iryansyah, Inspektur Jenderal Kepolisian Daerah Jawa Timur, Fadil Imran, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Laksamana Muda Pangkoarmada II Young Herru Kusmanto dan Wakil presiden DPRD Jawa Timur Anik Maslachah.

Staf Forum Regional Jawa Timur (Forkopimda) dan karyawan Forkopimda Surabaya Jabodetabek juga hadir.

Pada rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, walikota Surabaya Tri Rismaharini, konduktor pengganti Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan konduktor Gresik Sambari Halim Radianto, pemungutan suara menuntut agar PSBB tidak diperpanjang.

“Atas permintaan tiga pemimpin daerah di Surabaya Raya, yang meminta agar PSBB tidak diperpanjang, Forkopimda Jawa Timur meminta kepala daerah dan Forkopimda Surabaya Raya untuk menyiapkan peraturan dan pakta integritas,” kata Gubernur Khofifah dalam pernyataan tertulis. diterima oleh Kontan.co.id, Selasa (6/6). Berita politik

Pakta integritas ini ditandatangani karena studi epidemiologis wilayah Surabaya Raya belum cukup aman untuk memasuki fase transisi ke tatanan kehidupan New Normal.

Studi epidemiologis yang dilakukan oleh para ahli dari Fakultas Kedokteran Umum (FKM) di Universitas Airlangga mengatakan tingkat serangan Covid-19 di Surabaya masih tinggi di 94,1. Sedangkan untuk Kabupaten Gresik 15,8, dan untuk Kabupaten Sidoarjo 31,7.

Oleh karena itu, tingkat penularan dengan indikator angka reproduksi nyata (Rt) di wilayah Surabaya Raya sudah menurun. Berdasarkan indikator ini, Kota Surabaya memiliki RT 1,0, Sidoarjo 1,2 dan Gresik 1,6.

Namun, Khofifah ingat bahwa, menurut pedoman WHO dan Bappenas, epidemi Covid-19 di suatu daerah terkendali jika memiliki Rt di bawah 1 selama 14 hari berturut-turut. Avril Lavigne Fanpage

“Objek pertama dari total enam artikel standar WHO untuk suatu daerah dapat mengakhiri periode pembatasan dan mengarah ke transisi normal baru: penyebaran co-19 dalam keadaan terkendali. Ini berarti bahwa RT harus kurang dari 1, sementara saat ini seluruh wilayah Surabaya Raya tidak kurang dari 1, jadi pada kenyataannya, artikel pertama ini belum disiapkan dan belum aman, “komentar Khofifah.

Demikian juga dengan elemen kedua, yaitu, kapasitas sistem kesehatan dan kesehatan masyarakat, termasuk rumah sakit yang tersedia (identifikasi, pengujian, penelusuran kontak, isolasi dan karantina) tidak aman. Saat ini, belum tersedia cukup tempat tidur untuk wilayah Surabaya Raya untuk pasien yang perlu dirawat.

Read More: Hari ini, Angka Kematian Covid-19 di Jatim Salip DKI Jakarta

Oleh karena itu, minimalisasi risiko pandemi ketiga dengan penilaian risiko penularan, yang keempat adalah penerapan protokol kesehatan dalam struktur publik dan di tempat kerja, yang kelima adalah pengelolaan kasus impor dan komorbid (penyakit penyerta) yang dijalankan dengan baik dan keenam melibatkan partisipasi publik dan keterlibatan dalam pengendalian pandemi.

“Pada dasarnya, Surabaya Raya masih ragu dan membutuhkan kesabaran untuk pindah ke masa transisi ke normal baru. Tetapi ada upaya bersama yang tinggi oleh tiga pemimpin daerah untuk dapat menerapkan protokol kesehatan dan juga untuk meninjau aspek sosial dan ekonomi, Jawa Timur Forkopimda setuju dengan Surabaya Raya dan memasuki periode transisi normal baru selama empat belas hari ke depan, tetapi menandatangani pakta integritas, “jelas Gubernur Khofifah.

Pakta integritas ini akan berfungsi sebagai model untuk melindungi upaya pemerintah daerah Surabaya Raya untuk mencapai kondisi yang memenuhi persyaratan WHO bagi suatu daerah untuk menerapkan normal baru.

Penandatanganan pakta integritas akan ditandatangani hari ini, Selasa (6/6/2020). Ini terjadi setelah pemerintah daerah di kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik memperkenalkan Perwali dan Perbup tentang aturan untuk pindah ke normal baru.

Di semua wali dan bupati yang tersedia, Forkopimda Jawa Timur meminta konfirmasi dan disiplin terkait dengan penerapan protokol kesehatan. Karena Forkopimda Jawa Timur tidak ingin pembatasan yang lebih fleksibel menyebabkan euforia di masyarakat, ada potensi gelombang transmisi kedua dari Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *