The story of Indra Rudiansyah, AstraZeneca Researcher at Oxford about the Red and White Vaccine

Indra Rudiansyah (29), warga negara Indonesia yang terlibat dalam pengembangan vaksin AstraZeneca COVID-19 di Universitas Oxford, mengatakan Indonesia sudah memiliki potensi dan cukup mampu merancang vaksin secara mandiri.

Ia kemudian memberikan contoh produksi vaksin Merah Putih yang dikerjakan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Berita Terkini

“Perjalanan Indonesia dalam membuat vaksin Merah Putih menjadi awal yang baik,” katanya kepada Kongres Virtual Diaspora Indonesia, Sabtu (14/8).

Selain itu, Indra juga menonjol dalam hal infrastruktur dan pengembangan penelitian. Ia memperkirakan Indonesia sudah memiliki produksi yang memadai, bahkan bisa menghasilkan ratusan juta dosis.

Namun, pria kelahiran Bandung itu mencontohkan, hal itu hanya mencakup wilayah hilir. Sementara itu, masih kurangnya kapasitas awal atau Indonesia untuk mengevaluasi calon vaksin yang dibuat. Berita Hari Ini

“Namun titik lemahnya adalah kemampuan kami untuk mengevaluasi kandidat vaksin yang kami buat. Karena jelas kami tidak bisa mendesain vaksin dan meloloskan kandidat vaksin ke industri,” tambahnya.

Setelah diproduksi, kata dia, peneliti harus bisa menilai apakah calon vaksin sudah menjadi yang terbaik dari segi keamanan dan kemanjuran. Dan inilah kemungkinan kelemahan di Indonesia yang perlu diperbaiki.

“Ke depan kita harus bisa mengidentifikasi kebutuhan kita, selain keterbatasan pasokan reagen, kita sekarang harus lebih mandiri untuk merancang atau menguji tidak hanya industri biofarmasi tetapi juga industri potensial lainnya,” tambahnya. .

Ke depan, kata Indra, ada kemungkinan Indonesia akan menyiapkan varian baru dalam desain vaksinnya sendiri.

“Mungkin selama ini vaksin yang ada masih bisa mengatasi varian yang ada. Untuk menentukan vaksin yang ada saat ini masih mencukupi, kita perlu bisa memonitor atau mengawasi, lebih dalam lagi, bisa dilihat dengan kemampuan kita di bidang bioteknologi dan biomolekul,” pungkasnya. Berita politik

Dengan memperhatikan dan memperbaiki hal-hal tersebut, Indra berharap Indonesia bisa berdaulat dalam memproduksi vaksinnya sendiri.

Indra memiliki gelar Sarjana Mikrobiologi ITB dan Magister Bioteknologi ITB. Saat ini ia adalah mahasiswa PhD di program kedokteran klinis Jenner Institute di Universitas Oxford, yang juga merupakan mahasiswa Indonesia yang terlibat dalam pengembangan vaksin COVID-19 di Oxford. Avril Lavigne Fanpage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *