UI to ITB students criticize Luhut, ask to be involved in Corona Tracing

Koordinator PPKM Level 4 sekaligus Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengundang beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia untuk menghadiri rapat koordinasi penanganan COVID-19 terkait testing dan tracking. Berdasarkan temuan tersebut, BEM juga berkesempatan memberikan kritik dan penilaian kepada pemerintah atas uji dan penelusuran kinerja di Indonesia. Berita Terkini

Pertemuan ini dihadiri oleh BEM UI, BEM KM UGM, BEM Unair dan KM ITB pada 3 Agustus lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh kementerian lain, TNI/Polri, pemerintah daerah, berbagai pakar dan pakar lainnya seperti ketua umum Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI), guru besar dari berbagai perguruan tinggi dan Faisal Basri.

Dari hasil penjelasan Luhut dan pihak terkait, mahasiswa menilai masih banyak hal yang perlu diperbaiki dengan sistem tes dan pelacakan COVID-19 di Indonesia. Seperti kurangnya tracer dan koordinasi antara dinas kesehatan dan relawan.

Read More: Profile of Kevin Cordon, Indonesian Coach Student Who Made History at the Tokyo Olympics

Mereka juga meminta siswa untuk lebih terlibat dalam pemantauan dan pengujian. Namun, di samping itu, juga memastikan bahwa siswa mendapat bimbingan dan perlindungan yang maksimal untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Berita Hari Ini

Oleh karena itu, para mahasiswa mengirimkan serangkaian kritik kepada pemerintah terhadap solusi yang seharusnya membantu mengatasi pandemi di Indonesia. Mengutip peluncuran BEM UI, BEM KM UGM, BEM Unair dan KM ITB, Jumat (8/6), yang disiarkan langsung oleh Presiden BEM UI Leon Alvinda, kritik dan saran tersebut adalah sebagai berikut:

1 Perlunya peningkatan jumlah tracer yang dapat dibuat dengan melibatkan mahasiswa dalam penambahan tracer digital.

2 Partisipasi mahasiswa harus dilengkapi dengan pembinaan, perlindungan dan pengakuan yang jelas, serta integrasi dengan program Kampus Merdeka untuk mengurangi beban akademik para relawan. Berita politik

3 Meningkatkan koordinasi antara Dinas Kesehatan Daerah dengan program relawan seperti Relawan Covid-19 (RECON). Sehingga tidak ada lagi relawan tracking yang belum bisa bekerja karena belum ditempatkan oleh dinas kesehatan terkait di Puskesmas. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa kegiatan sukarela ini dilakukan.

4 Perlunya standarisasi kualitas tracker di Puskesmas dengan pelatihan SDM dan komunikasi politik yang jelas agar tidak ada perbedaan standar tracking di lapangan.

5 Perluas akses ke uji coba gratis dengan meningkatkan dan mengaktifkan keterlacakan kontak sehingga uji coba gratis berhasil dan mudah diakses oleh komunitas yang terpapar. Avril Lavigne Fanpage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *