UN asks Israel to stop the Palestinian house in Jerusalem

Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Israel untuk membatalkan penggusuran paksa di Yerusalem Timur yang diduduki. Jika Israel bersikeras untuk mengambil tindakan, kejahatan perang bisa saja terjadi.

“Kami meminta Israel segera membatalkan semua penggusuran paksa,” kata juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Rupert Colville, kepada wartawan di Jenewa, seperti dikutip situs Aljazirah, Sabtu (5/8).

“Kami ingin menekankan bahwa Yerusalem Timur tetap menjadi bagian dari wilayah Palestina yang diduduki, di mana hukum humaniter internasional berlaku,” lanjut Colville. Berita Terkini

Dia menekankan bahwa kekuasaan pendudukan tidak dapat menyita properti pribadi di wilayah pendudukan. “Memindahkan penduduk sipil ke wilayah pendudukan adalah ilegal menurut hukum internasional dan bisa menjadi kejahatan perang,” tambahnya.

Read More: Bill Gates is divorced, this is his love story with his ex-wife

Komentar Colville muncul setelah 15 warga Palestina ditangkap di Yerusalem Timur yang diduduki Israel setelah protes terhadap ancaman penggusuran dari empat keluarga Palestina. Penangkapan malam kedua berturut-turut di lingkungan Sheikh Jarrah dipicu oleh sengketa tanah selama setahun antara pengungsi Palestina dan pemukim Yahudi di lingkungan strategis dekat Kota Tua Yerusalem. Berita politik

Ketegangan meningkat selama proses panjang terhadap rumah empat keluarga Palestina di tanah yang diklaim oleh orang Yahudi. Kasus ini akan disidangkan pada hari Senin oleh Mahkamah Agung Federal. Colville menuntut Israel menghentikan tindakan yang selanjutnya berkontribusi pada lingkungan. Berita Hari Ini

“Kami juga meminta Israel untuk menghormati kebebasan berekspresi dalam pertemuan, termasuk mereka yang memprotes penggusuran, dan untuk menahan diri secara maksimal dalam penggunaan kekerasan,” katanya. Avril Lavigne Fanpage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *